Tampilkan postingan dengan label Jawa barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa barat. Tampilkan semua postingan
Taman Ade Irma Suryani Nasution (Taman Lalu Lintas) – Jl. Sumatera
Bandung begitu banyak menyimpan sejarah yang membuat banyak orang datang ke tempat ini. dengan beragam keindahan dari tempat wisata yang ada di bandung, nilai sejarah yang di miliki di kota ini juga menjadi daya tarik yang di inginkan banyak orang. dengan keindahan kota bandung tidak salah jika banyak wisatawan yang datang ke tempat ini walau hanya sekedar mengisi waktu liburan saja. Mungkin anda sering mengetahui beberapa tujuan wisata yang di inginkan di tempat ini, disini anda bisa mengunjung salah satu taman yang memiliki sejarah penting di peradabannya. Taman ade Irma suryani nasution (taman lalu lintas) jl. Sumatera adalah salah satu destinasi yang bisa anda kunjungi untuk mengisi liburan anda.
Taman adalah tempat yang indah dengan suasana yang sejuk, rindang dan indah. Dengan suasana inilah yang membuat anda dapat melakukan segala aktivitas dengan baik. salah satunya adalah taman ade Irma suryani nasution. Ade Irma suryani nasution adalah gadis cilik yang meruapakan putri dari jenderal bintang lima (purn) abdul haris nasution yang meninggal tertembak dalamperistiwa G30S. taman ini kemudian di bangun juga untuk mengenang gadis kecil yang menjadi korban kekejaman para penjahat yang ada di jaman gerakan 30 september. Dengan sedikit sejarah di dalam taman ini anda tidak hanya mendapatkan liburan dengan kondisi liburan yang menyenangkan dan nyaman. tapi juga dengan liburan yang memberikan pengalaman dan pengetahuan. Taman ade Irma suryani nasution ini tidak hanya berfungsi sebagai taman lalu lintas saja tapi sebagai tempat terbaik yang bisa anda kunjungi.
Tama ade Irma suryani nasution ini, di dalmnya juga merupakan taman lalu lintas yang merupakan wadah perehabilitasian untuk para remaja yang nakal dan berandalan yang ada di kota bandung. Di tempat ini ada beragam fasillitas seperti tempat bermain, kolam renang, sepeda mini dan lainnya. dengan mengunjungiTaman ade Irma suryani nasution ini pastikan anda merasa nyaman untuk berlibur bersama keluarga terutama dengan anak- anak anda.
Taman Lansia – Jl. Cisangkuy
Taman ini terletak di Jl. Cisangkuy Bandung dan biasaanya di gunakan sebagai tempat olah raga maupun rekreasi keluarga atau hanya ingin duduk santai saja. Taman Lansia juga merupakan sebuah taman kota yang lokasinya berada di sebelah kanan Gedung Sate Bandung. Taman Lansia adalah singkatan dari Taman Lanjut Usia, dan menjadi salah satu sarana refreshing dan istirahat untuk warga kota Bandung ataupun warga luar Bandung yang sedang berkunjung ke Bandung. Walaupun namanya Taman Lansia, taman ini juga banyak dikunjungi Penduduk Bandung yang tidak lanjut usia, termasuk seperti anak muda Bandung. Mereka berkumpul untuk refreshing di sini baik baik itu untuk acara keluarga, rekreasi makan bersama, ataupun hanya sekedar menikmati lingkungan yang asri.
Ketika Hari Sabtu, Minggu, atau hari libur lainnya, Taman Lansia ini ramai dikunjungi oleh mereka yang berolah raga pagi sambil menikmati sejuknya udara Bandung di pagi hari. Sebagian mereka hanya sekedar jalan-jalan ataupun berkumpul dengan keluarganya.
Taman Tegalega – Astana Anyar
Taman Tegalega – Astana Anyar Bandung sangat lekat kaitannya dengan monumen Bandung Lautan Api karena monumen tertinggi di Bandung ini terletak di dalam Taman Tegalega.
Namun sebelum dibangunnya monumen Bandung Lautan Api , Tegalega dahulu digunakan sebagai arena pacuan kuda yang merupakan acara tahunan kota Bandung.
Pernah pula lapangan Tegalega berganti nama menjadi Taman Ria Tegalega dan saat itu masih terdapat kolam yang namanya Tirtalega. Ini terjadi pada sekitar tahun 1976. Tegalega pada waktu itu sudah dimanfaatkan menjadi tempat wisata bandung kota bagi kalangan menengah ke bawah dengan harga tiket yang murah.
Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya Tegallega dijadikan sebuah kawasan wisata yang apik. Dibenahi dan dirapikan sehingga menjadi seperti yang sekarang ini.
Monumen Bandung Lautan Api – Jl. M. Toha
Monumen Bandung Lautan Api adalah manifestasi dari perjuangan rakyat Bandung untuk mengusir penjajahan dari kota yang di kenal dengan sebutan Paris van Java ini. Monumen ini dapat disebutkan jadi markah tanah Bandung. Berdiri kokoh dengan ketinggian seputar 45 mtr. dengan 9 segi.
Monumen ini sendiri di bangun untuk memperingati momen Bandung Lautan Api yang di pimpin oleh Muhammad Toha dengan lakukan pembumihangusan Bandung Selatan.
Monumen Bandung Lautan Api - Jl. M. Toha sekarang juga menjadi salah satu wisata Bandungyang dapat dikunjungi oleh wisatawan darimanapun berasal.
Segi Kesejarahan Monumen Bandung Lautan Api
Monumen ini berlokasi di lokasi Tegallega. Arti “Bandoeng Laoetan Api” sendiri mempunyai sejarahnya yang tidak simpel. Saat itu, ultimatum dari penjajah pada Tentara Republik Indonesia (TRI) untuk meninggalkan Kota Bandung melahirkan politik “pembumihangusan”. Seluruhnya rakyat serta pejuang Kota Bandung pasti tidak ikhlas kotanya mesti jatuh ke tangan asing.
Pada akhirnya mereka membuat siasat dengan bermigrasi ke selatan kota serta lakukan musyawarah. Nah, dari hasil musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan inilah usulan untuk membumihanguskan Bandung di setujui.
Pertanyaannya, kenapa Kota Bandung yang sejuk serta indah dibakar? Bandung berniat dibakar oleh TRI agar pihak musuh tidak dapat kuasai Kota Bandung. Jadi, pembakaran juga dikerjakan. Asap hitam, tidak tipis serta pekat mulai menyelimuti awan kota sejuta pesona itu. Seluruhnya listrik mati. Hal itu nyatanya bikin Tentara Sekutu geram serta mulai lakukan penyerangan. Perang sengit juga berlangsung.
Pertempuran yang paling seru berlangsung di Desa Dayeuhkolot, samping selatan Bandung, dimana ada pabrik mesiu yang besar punya Sekutu. TRI punya maksud menghancurkan gudang mesiu itu. Karenanya diutuslah pemuda Muhammad Toha serta Ramdan. Ke-2 pemuda itu sukses meledakkan gudang itu dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak serta terbakar, namun ke-2 pemuda itu juga turut terbakar di dalamnya.
Oleh beberapa kelompok pembungihangusan Bandung adalah langkah yang paling pas. Apa pasal? Rasio pada tentara sekutu dengan TRI terang tidak dapat dibanding dari sisi jumlah ataupun pasokan persenjataan.
Setelah itu TRI berbarengan rakyat lakukan perlawanan dengan cara gerilya dari luar Bandung. Momen ini melahirkan lagu “Halo-Halo Bandung” yang semangat membakar daya juang rakyat Indonesia. Hingga pada akhirnya, histori mencatat Bandung Lautan Api juga sebagai bukti riil perlawanan rakyat serta tentara di Bandung dengan sangatlah gigih.
Museum Sri Baguda – Jl. Lingkar Selatan
Berwisata sejarah ke kota bandung sangat tepat jika mengunjungiMuseum Sri Baduga – Jl. Lingkar Selatan. Museum ini didirikan pada tahun 1974 dan baru diresmikan pada tahun 1980. Letaknya tepat di depan Taman Tegalega. Jadi bagi anda wisatawan yang sedang menikmati pesona taman Tegalega dan Monumen Bandung Lautan Apijangan lupa untuk mampir kesini.
Dahulu, Museum Sri Baduga masih disebut dengan nama Museum Negeri Propinsi Jawa Barat. Nama Sri Baduga sendiri diambil dari nama seorang raja kerajaan Pajajaran yaitu Sri Baduga Maha Raja Ratu Haji 1 Pakwan Pajajaran Sri Ratu yang memimpin kerajan Pajajaran pada 1482 hingga 1521 M.
Pemandangan unik disajikan tempat wisata di bandung yang memiliki nilai pendidikan, Museum Sri Baduga yang berlantai 3 ini. Ketiga lantai dalam bangunan Museum mempunyai koleksi yang berbeda-beda mengenai Jawa Barat. Museum yang buka setiap hari selasa hingga minggu sejak pagi hingga jam 2 siang ini sangat cocok bagi orang-orang yang ingin mengetahui lebih dekat tentang Jawa Barat. Sehingga museum ini merupakan tempat wisata pendidikan di bandung yang wajib Anda kunjungi.
Sementara itu, jika naik ke lantai 2 maka pengunjung akan diperlihatkan suasana yang berbeda lagi yaitu sejarah kehidupan religi masyarakat Jawa Barat.
Alun-alun dan Masjid Agung – Jl. Asia Afrika
sendiri kini akrab disebut dengan Masjid Raya Bandung, dan telah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Konon, Masjid ini menyimpan nilai sejarah yang sangat tinggi, terbukti pada tahun 1875 hingga abad ke 20-an masjid ini masih akrab dengan sebutan Bale Nyuncung.
Semenjak dibangun pada pemerintahan Belanda, masjid Agung Bandung mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi yang terakhir yaitu pada tahun 2006, dilakukan dengan manata ulang alun-alun kota, penambahan 2 lantai basement, taman kota, serta perluasan halaman masjid guna mempermudah dalam pelaksanaan berbagai kegiaatan seni dan juga sholat idul fitri yang diadakan disini.
Setiap wisatawan yang berkunjung ke masjid agung alun-alun bandung ini berkesempatan untuk menaiki menara mesjid tersebut hingga ke lantai 19. Ditambah lagi adanya fasilitas teleskop yang sengaja disediakan agar pengunjung dapat melihat kota Bandung dari ketinggian.
Tertarik juga melihat Bandung dari menara? Maka jangan lupa untuk berkunjung ke Alun-Alun Kota dan Masjid Agung Bandung – Jl. Asia Afrika ini. Semoga info wisata di bandung mengenai mesjid di alun-alun bandung ini bisa menarik Anda untuk mengunjunginya.
Museum Konferensi Asia Afrika – Jl. Asia Afrika
Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18 sampai dengan 24 April 1955 mencapai kesuksesan besar, baik dalam mempersatukan sikap dan menyusun pedoman kerja sama di antara bangsa-bangsa Asia Afrika maupun dalam ikut serta membantu terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia. Konferensi ini melahirkan Dasa Sila Bandung yang kemudian menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam perjuangan memperoleh kemerdekaannya dan yang kemudian menjadi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Kesuksesan konferensi ini tidak hanya tampak pada masa itu, tetapi juga terlihat pada masa sesudahnya, sehingga jiwa dan semangat Konferensi Asia Afrika menjadi salah satu faktor penting yang menentukan jalannya sejarah dunia. Semua itu merupakan prestasi besar yang dicapai oleh bangsa-bangsa Asia Afrika.
Jiwa dan semangat Konferensi Bandung telah berhasil memperbesar volume kerja sama antar bangsa-bangsa Asia dan Afrika, sehingga peranan dan pengaruh mereka dalam hubungan percaturan internasional meningkat dan disegani. Dalam rangka membina dan melestarikan hal tersebut, adalah penting dan tepat jika Konferensi Asia Afrika beserta peristiwa, masalah, dan pengaruh yang mengitarinya diabadikan dalam sebuah museum di tempat konferensi itu berlangsung, yaitu di Gedung Merdeka di Kota Bandung, kota yang dipandang sebagai ibu kota dan sumber inspirasi bagi bangsa-bangsa Asia Afrika. Sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M., sering bertemu muka dan berdialog dengan para pemimpin negara dan bangsa Asia Afrika. Dalam kesempatan-kesempatan tersebut beliau sering mendapat pertanyaan dari mereka tentang Gedung Merdeka dan Kota Bandung tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika. Berulang kali pembicaraan tersebut diakhiri oleh pernyataan keinginan mereka untuk dapat mengunjungi Kota Bandung dan Gedung Merdeka.
Terilhami oleh hal tersebut serta kehendak untuk mengabadikan Konferensi Asia Afrika, maka lahirlah gagasan beliau untuk mendirikan Museum Konperensi Asia Afrika di Gedung Merdeka ini. Gagasan tersebut dilontarkan dalam forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika (1980) yang dihadiri antara lain Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata gagasan itu mendapat sambutan baik, termasuk dari Presiden RI Soeharto. Gagasan pendirian Museum Konperensi Asia Afrika diwujudkan oleh Joop Ave sebagai Ketua Harian Panitia Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia Afrika dan Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri, bekerja sama dengan Departemen Penerangan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah daerah Tingkat I Propinsi Jawa Barat, dan Universitas Padjadjaran. Perencanaan dan pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh PT. Decenta, Bandung. Museum Konperensi Asia Afrika diresmikan berdirinya oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 24 April 1980 sebagai puncak peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika. GEDUNG MERDEKA (Tempat Berlangsungnya Konferensi Asia Afrika). Tahun 1895 Gedung Merdeka yang terletak di Jalan Asia Afrika Nomor 65 Bandung, dibangun pertama kali pada tahun 1895 sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Eropa, terutama Belanda, yang tinggal di Bandung dan sekitarnya. Banyak di antara mereka adalah pengusaha kebun teh dan opsir Belanda. Mereka mendirikan sebuah perkumpulan yang dikenal dengan nama Societeit Concordia pada tanggal 29 Juni 1879. Tujuannya adalah "de bevordering van gezellig verkeera". Sebagai tempat pertemuan, sebelumnya mereka biasa berkumpul, duduk-duduk sambil minum teh, di Warung De Vries.
Selanjutnya (1895) mereka pindah ke gedung di seberang Warung De Vries, yang diberi nama Concordia, dengan luas tanah 7.983 meter persegi. Pada tahun tersebut tempat ini hanya berupa bangunan sederhana, yang sebagian dindingnya terbuat dari papan dan penerangan halamannya memakai lentera minyak tanah. Bangunan ini berada di sudut jalan "Groote Postweg" (sekarang Jalan Asia Afrika) dan "Bragaweg" (sekarang Jalan Braga). Sisi sebelah kanannya berdekatan dengan kali Tjikapoendoeng (Cikapundung) yang sejuk karena banyak ditumbuhi pohon rindang. TAHUN 1921 Gedung Societeit Concordia dibangun kembali pada tahun 1921 dengan gaya arsitektur modern (Art Deco) yang fungsional dan lebih menonjolkan struktur oleh perancang C.P. Wolff Schoemaker. Gedung ini berubah wajah menjadi gedung pertemuan "super club" yang paling mewah, lengkap, eksklusif, dan modern di Nusantara. Lantainya terbuat dari marmer buatan Italia. Ruangan-ruangan tempat minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout. Penerangannya menggunakan lampu-lampu hias kristal. Ruangan-ruangan dalam gedung cukup memadai untuk menampung kegiatan-kegiatan pertunjukan kesenian. Luas seluruh tanahnya 7.500 m2.
Tahun 1940 Societeit Concordia kembali mengalami perombakan pada tahun 1940 dengan gaya arsitektur International Style dengan bantuan arsitek A.F. Aalbers. Bangunan gaya arsitektur ini bercirikan dinding tembok plesteran dengan atap mendatar, tampak depan bangunan terdiri dari garis dan elemen horizontal, sedangkan bagian gedung bercorak kubistis. Pada masa pendudukan tentara Jepang (1942-1945), Gedung Societeit Concordia berganti nama menjadi Dai Toa Kaikan dan difungsikan sebagai pusat kebudayaan. Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, gedung tersebut dijadikan markas para pemuda Indonesia di Bandung guna menghadapi tentara Jepang yang tidak bersedia menyerahkan kekuasaannya.
Sekitar tahun 1949, sejak pemerintahan pendudukan, Gedung Societeit Concordia diperbaiki dan difungsikan kembali sebagai Societeit Concordia, tempat pertemuan orang-orang Eropa (termasuk juga beberapa orang Indonesia). Di gedung ini kembali seperti biasa diselenggarakan lagi pertunjukan kesenian, pesta, restoran, dan pertemuan umum lainnya. TAHUN 1955 Sehubungan dengan keputusan pemerintah Indonesia (1954) yang menetapkan Bandung sebagai tempat Konferensi Asia Afrika, maka Gedung Societeit Concordia terpilih sebagai tempat berlangsungnya konferensi. Hal ini disebabkan gedung tersebut adalah gedung tempat pertemuan umum yang paling besar dan paling megah di Bandung. Selain itu lokasinya berada di tengah-tengah kota dan berdekatan dengan hotel terbaik, yaitu Hotel Savoy Homann dan Preanger.
Sejak awal tahun 1955, Gedung Societeit Concordia mulai dipugar untuk disesuaikan kegunaannya sebagai tempat penyelenggaraan konferensi bertaraf internasional. Pemugaran gedung ditangani oleh Jawatan Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh Ir. R. Srigati Santoso. Menjelang konferensi (7 April 1955), gedung ini diganti namanya oleh Presiden Soekarno menjadi Gedung Merdeka. Untuk informasi lebih lajut, silakan kunjungi website resmi Museum Konferensi Asia Afrika.
Museum Mandala Wangsit Siliwangi – Jl. Lembong
Museum Mandala Wangsit Siliwangi yang memiliki areal seluas 4176 m2 dan luas bangunan 1674 m2, menempati sebuah gedung yang pernah digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi yang pertama di kota Bandung (Staf Kwartier Territorium III Divisi Siliwangi) pada tahun 1949-1950 yang berlokasi di Oude Hospital Weg (sekarang jalan Lembong). Sebagai markas militer, pada tanggal 23 Januari 1950 gedung ini pernah menjadi sasaran utama serangan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di bawah pimpinan Kapten Raymond Wensterling. Dalam peristiwa tersebut gugur sebanyak 79 Prajurit TNI/Siliwangi, termasuk diantaranya Mayor Adolp Lembong. Mengingat pentingnya pelestarian dan pewarisan nilai-nilai kejuangan 45 kepada generasi muda agar kesadaran serta penghayatan terhadap sejarah perjuangan bangsanya tetap utuh; maka Kodam III/Siliwangi memandang perlu untuk mendirikan Museum Mandala Wangsit Siliwangi.
Untuk hal itulah dikumpulkan beberapa benda koleksi yang bernilai sejarah dari kurun waktu antara masa perjuangan kemerdekaan, masa perang kemerdekaan, dan masa selanjutnya yang berhubungan dengan perjuangan Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat umumnya. Benda-benda yang berhasil dikumpulkan diantaranya berupa senjata tradisional berbentuk kujang, keris, pedang, golok, tombak, panah, pedang bambu, dan Samurai; senjata api dari berbagai jenis dan kategori; serta berbagai kendaraan militer yang pernah digunakan. Adapun benda lainnya berupa alat dan perlengkapan yang pernah dipergunakan Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat dalam bertempur untuk mempertahankan daerahnya.
Di samping berbentuk benda-benda koleksi, terdapat juga foto-foto perjuangan dari masa revolusi fisik antara tahun 1945 sampai dengan 1949, foto-foto mantan Panglima Siliwangi, tanda pangkat, lencana, Panji Siliwangi, mata uang, peta, dan sebagainya. Museum Mandala Wangsit Siliwangi, diresmikan penggunaannya oleh Pangdam III/Siliwangi ke-8, Kolonel Ibrahim Adjie pada tanggal 23 Mei 1966 dan termasuk ke dalam kategori museum sejarah/perjuangan tingkat Kodam. Sebagai sarana pendidikan, Museum Mandala Wangsit Siliwangi dilengkapi pula oleh lukisan diorama dan ruang audio visual untuk pemutaran film dokumenter (sejak tahun 1990 tidak lagi dipergunakan karena rusak) perjuangan Divisi Siliwangi dan rakyat Jawa Barat.
Bagi yang berminat untuk berkunjung, Museum dibuka untuk umum pada hari Senin - Kamis, pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB, Jum'at pukul 08.00 s.d. 10.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00 s.d. 12.00 WIB.
Museum Pos Indonesia – Jl. Cisanggarung
Museum pos Indonesia Jl. Cisanggarung merupakan salah satu media terbaik yang bisa di gunakan bagi anda yang menginginkan satu liburan yang lebih baik. museum pos Indonesia sendiri berada di alamat Jl. Cilaki no. 73 bandung yang berdekatan dengan gedung kebanggaan kota bandung yaitu gedung sate. Untuk mengunjungi tempat ini sebaiknya anda datang tepat pukul 9 pagi hingga 4 sore yang merupakan jam- jam terbaik yang bisa anda kunungi untuk mendapatkan liburan dengan mengetahui tempat ini. di lihat dari namanya mungkin sebagaian dari anda penasaran sebenarnya ada apa sja di dala tempat ini.
Di museum pos Indonesia Jl. Cisanggarung adalah salah satu tempat dimana anda bisa menemukan satu media terbaik yaitu beragam jenis prangko yang telah ada sejaka jaman dulu yang berasala dari seluruh negara. Dengan menyimpan beragam perangko ini membuat siapapun akan dengan senag hati datang dan mengunjungi tempat ini dengan baik. untuk kedua kalinya, museum pos Indonesia ini di bangun pada tanggal 27 sepetember 1983 yang di buka secara langsung oleh bapak Achmad Tahir. Namun, dengan berbagai keputusan dan pertimbangan pada tahun 1995 museum yang tadinya bernama pos dan giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia yang menjadi bangunan kebanggaan kota bandung yang menyimpan bagitu banyak prangko yang berharga dari banyak negara. Jadi, kunjungi museum pos Indonesia Jl. Cisanggarungsekarang juga untuk mengenal lebih jauh objek wisata yang satu ini.
Monumen Hussein Sastranegara – Jl. Pajajaran
Bandung menaruh banyak nilai histori dari tiap-tiap bangunan yang dipunyai di kota ini. kota dengan julukan kota kembang ini jadi banyak incaran beberapa wisatawan yang mau memperoleh bermacam berlibur yang mengagumkan. tetapi, dengan semakin banyak berlibur yang bisa anda kunjungi yang pasti anda mau lihat satu hal yang tambah baik dari umumnya.
Bila anda telah umum dengan berlibur yang itu- itu saja bikin beberapa orang jemu serta memerlukan rekomendasi paling baik. Dengan keadaan ini tak heran bila beberapa orang yang ikhlas berdatangan untuk memperoleh semuanya di kota bandung. Dengan kaindahan serta keramahan yang di menawarkan bikin siapa saja bakal terasa kerasan waktu ada id kota ini.
Tetapi, pernahkan anda lihat satu monument ini?? monument sebagai kebanggaan serta keindahan yang bikin siapa saja kerasan untuk tinggal ditempat ini. penasaran?? Monument husein sastranegara jl. Pajajaran yang merupakana salah satu monument kebanggaan yang ada di kota bandung ini.
Monument husein sastranegara ini adalah salah satu monument yang di pakai juga sebagai obyek wisata sepanjang anda ada ditempat ini. mungkin saja untuk wisawatawn luar bandung belum demikian familiar dengan klokasi wisata monument husein sastranegara ini.
Bamun, untuk orang-orang kota bandung monument ini jadi monument kebanggaan yang mempunyai histori dalam pembangunananya. Buat anda yang mau datang ke tempat wisata di Bandung ini dapat berkunjung ke dengan datang ke kota bandung.
Dengan akses yang cepat serta gampang bikin siapaun akan tiba ke tempat ini. berlokasi di jalan pajajaran bandung jawa barat Indonesia yang menaruh keindahan dalam monument ini.
Dengan di kelilingi serta di Tanami banyak bunga di seputar monument husein sastranegara ini bikin monument itu tampak lebih indah juga sebagai salah satu maha karya yang di idamkan oleh tiap-tiap orang dengan baik.
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat – Jl. Dipatiukur
Siapa yang tidak mengetahui keelokan Kota Bandung dengan sejuta pesonanya. Kota berjuluk Paris van Java ini ditakdirkan senantiasa menggoda siapa saja dengan macam langkahnya sendiri.
Apa buktinya bahwa Bandung adalah kota “penggoda”? saksikan saja antrian kendaraan yang senantiasa bejubel di jalanan kota, terutama saat musim berlibur tiba. Sekianlah Kota Bandung yang saat ini sudah berumur dua beberapa ratus th. Nah berikut ini adalah salah satu tempat wisata di Bandung yang dapat Anda kunjungi ketika sedang ada di Bandung.
Lambang Perjuangan Rakyat Jabar
Sudahkah Anda mendengar nama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat? Monumen ini di bangun seputar th. 1995 di mana tempatnya beradu hadap dengan gedung yang lain sebagai ikon Kota Bandung, yaitu Gedung Sate. Apa sebagai kelebihan monumen ini? Nyaris di selama dinding monumen ini ada relief yang melukiskan demikian heroiknya perjuangan rakyat Jawa Barat. Bukan sekedar itu, di dinding monumen ini dapat ada sejenis prasasti dalam bhs Sunda yang menceritakan perihal Jawa Barat.
Di monumen salah satu wisata Bandung ini ada ruang bawah tanah yang juga masih tetap adalah sisi dari monumen paling utama. Untuk mausk ke monumen pengunjung tidak dipungut cost sepeser juga dengan kata lain gratis. Saat akan masuk pengunjung umumnya melalui pintu belakang lantaran pintu depan monumen tidak pernah di buka.
Nah, untuk Anda yang tertarik untuk mengulik cerita heroik beberapa pejuang Jawa Barat ini bertanding, jadi berkunjung ke monumen ini jadi keniscayaan. Dianjurkan untuk berkunjung ke monumen ini pada hari minggu lantaran didepan monumen ada pasar minggu gazibu yang jual beragam type barang dengan harga terjangkau meriah.
Banyak kesibukan yang kerap dikerjakan di monumen ini. Terkecuali juga sebagai titik massa untuk berkumpul saat sebelum serta setelah tindakan dalam beragam gosip tuntutan, di monumen ini kerap juga diselenggarakan acara-acara hiburan. Seperti pasar malam, acara dangdut, serta acara-acara lain yang diadakan oleh salah satu stasiun tv di negeri ini. Di monumen ini ada relief-relief tentang perjuangan rakyat Jawa Barat dalam melawan penjajah.
Ke-2 pintu besi yang menuju ke suatu ruangan dibawah monumen, serta semestinya di ruang itu ada perpustakaan, diorama perjuangan rakyat Jawa Barat, serta auditorium. Namun dari berdirinya monumen itu, seputar th. 1996 hingga saat ini, belum di buka.
Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat)
Gedung Sate, dengan ciri khasnya berbentuk ornament tusuk sate pada menara sentralnya, sudah lama jadi pemberi tanda atau markah tanah Kota Bandung yg tidak saja di kenal orang-orang di Jawa Barat, tetapi juga semua Indonesia bahkan juga jenis bangunan itu jadikan tandanya untuk sebagian bangunan serta sinyal tanda kota di Jawa Barat. Umpamanya bentuk gedung sisi depan Stasiun Kereta Api Tasikmalaya. Mulai di bangun th. 1920, gedung berwarna putih ini masih tetap berdiri kokoh tetapi anggun serta saat ini berperan juga sebagai gedung pusat pemerintahan Jawa Barat.
Setelah merasa puas untuk jalan jalan ke Bandung Tempo Doeloe – Jl. Braga Anda bisa melanjutkan perjalanan keliling Bandung dengan mengunjungi Gedung Sate.
Gedung Sate yang pada saat Hindia Belanda itu dimaksud Gouvernements Bedrijven (GB), penempatan batu pertama dikerjakan oleh Johanna Catherina Coops, puteri sulung Walikota Bandung, B. Coops serta Petronella Roelofsen, mewakili Gubernur Jenderal di Batavia, J. P. Graaf van Limburg Stirum pada tanggal 27 Juli 1920, adalah hasil rencana suatu tim yang terbagi dalam Ir. J. Gerber, arsitek muda kenamaan lulusan Fakultas Tehnik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo serta Ir. G. Hendriks dan pihak Gemeente van Bandoeng, diketuai Kol. Pur. VL. Slors dengan melibatkan 2000 pekerja, 150 orang salah satunya pemahat, atau pakar bongpay pengukir batu nisan serta pengukir kayu berkebangsaan Cina yang datang dari Konghu atau Kanton, dibantu tukang batu, kuli aduk serta peladen yang datang dari masyarakat Kampung Sekeloa, Kampung Coblong Dago, Kampung Gandok serta Kampung Cibarengkok, yang pada awal mulanya mereka mengerjakan Gedong Sirap (Universitas ITB) serta Gedong Papak (Balai Kota Bandung).
Arsitektur Gedung Sate adalah hasil karya arsitek Ir. J. Gerber serta kelompoknya yg tidak lepas dari input pakar arsitek Belanda Dr. Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan muka arsitektur tradisional Nusantara.
Banyak kelompok arsitek serta pakar bangunan menyebutkan Gedung Sate yaitu bangunan monumental yang anggun menakjubkan dengan style arsitektur unik mengarah pada bentuk style arsitektur Indo-Eropa, (Indo Europeeschen architectuur stijl), hingga bisa saja apabila keanggunan Candi Borobudur turut memberi warna Gedung Sate.
Sebagian pendapat perihal megahnya Gedung Sate salah satunya Cor Pashier serta Jan Wittenberg dua arsitek Belanda, yang menyampaikan " langgam arsitektur Gedung Sate yaitu style hasil uji coba sang arsitek yang mengarah pada bentuk style arsitektur Indo-Eropa ".
D. Ruhl dalam bukunya Bandoeng en haar Hoogvlakte 1952, " Gedung Sate yaitu bangunan terindah di Indonesia ".
Ir. H. P. Berlage, pada saat kunjungan ke Gedung Sate April 1923, menyebutkan, " Gedung Sate yaitu satu karya arsitektur besar, yang sukses menggabungkan langgam timur serta barat dengan cara serasi ". Seperti style arsitektur Italia pada saat renaiscance terlebih pada bangunan sayap barat. Sedang menara bertingkat di dalam bangunan serupa atap meru atau pagoda. Ada banyak lagi pendapat arsitek Indonesia yang menyebutkan kemegahan Gedung Sate umpamanya Slamet Wirasonjaya, serta Ir. Harnyoto Kunto.
Kuat serta utuhnya Gedung Sate sampai saat ini, tak lepas berbahan serta tehnis konstruksi yang digunakan. Dinding Gedung Sate terbuat dari kepingan batu ukuran besar (1 × 1 × 2 m) yang di ambil dari lokasi perbukitan batu di Bandung timur seputar Arcamanik serta Gunung Manglayang. Konstruksi bangunan Gedung Sate memakai langkah konvensional yang profesional dengan memerhatikan standard tehnik.
Gedung Sate berdiri di atas tempat seluas 27. 990, 859 m², luas bangunan 10. 877, 734 m² terbagi dalam Lantai dasar 3. 039, 264 m², Lantai I 4. 062, 553 m², teras lantai I 212, 976 m², Lantai II 3. 023, 796 m², teras lantai II 212. 976 m², menara 121 m² serta teras menara 205, 169 m².
Gerber sendiri menggabungkan sebagian aliran arsitektur ke rancangannya. Untuk jendela, Gerber mengambil topik Moor Spanyol, sedang untuk bangunannya dalah Rennaisance Italia. Spesial untuk menara, Gerber memasukkan aliran Asia, yakni style atap pura Bali atau pagoda di Thailand. Di puncaknya ada " tusuk sate " dengan 6 buah ornament sate (versus lain mengatakan jambu air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden - jumlah cost yang dipakai untuk bangun Gedung Sate.
Fasade (terlihat depan) Gedung Sate nyatanya sangatlah diperhitungkan. Dengan ikuti sumbu poros utara-selatan (yang juga diaplikasikan di Gedung Pakuan, yang menghadap Gunung Malabar di selatan), Gedung Sate malah berniat di bangun menghadap Gunung Tangkuban Perahu di samping utara.
Dalam perjalanannya awal mulanya ditujukan untuk Departemen Lalulintas serta Pekerjaan Umum, bahkan juga jadi pusat pemerintahan Hindia Belanda sesudah Batavia dikira telah tak penuhi prasyarat juga sebagai pusat pemerintahan lantaran perubahannya, hingga dipakai oleh Jawatan Pekerjaan Umum. Tanggal 3 Desember 1945 berlangsung momen yang mengonsumsi korban tujuh orang pemuda yang menjaga Gedung Sate dari serangan pasukan Gurkha. Untuk kembali kenang ke tujuh pemuda itu, dibuatkan tugu dari batu yang ditempatkan di belakang halaman Gedung Sate. Atas perintah Menteri Pekerjaan Umum pada tanggal 3 Desember 1970 Tugu itu dipindahkan ke halaman depan Gedung Sate.
Gedung Sate mulai sejak th. 1980 di kenal dengan sebutan Kantor Gubernur lantaran juga sebagai pusat aktivitas Pemerintah Propinsi Jawa Barat, yang pada awal mulanya Pemerintahaan Propinsi Jawa Barat tempati Gedung Kerta Mukti di Jalan Braga Bandung.
Ruangan kerja Gubernur ada di lantai II berbarengan dengan ruangan kerja Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Beberapa Assisten serta Biro. Sekarang ini Gubernur di bantu oleh tiga Wakil Gubernur yang mengatasi Bagian Pemerintahan, Bagian Ekonomi serta Pembangunan, dan Bagian Kesejahteraan Rakyat, seseorang Sekretaris Daerah serta Empat Asisten yakni Asisten Ketataprajaan, Asisten Administrasi Pembangunan, Asisten Kesejahteraan Sosial serta Asisten Administrasi.
Tetapi tak semua Asisten tempati Gedung Sate. Asisten Kesejahteraan Sosial serta Asisten Administrasi berbarengan staf tempati Gedung Baru.
Dibagian timur serta barat ada dua ruangan besar yang bakal mengingatkan pada ruangan dansa (ball room) yang kerap ada pada bangunan orang-orang Eropa. Ruang ini seringkali di kenal dengan sebutan aula barat serta aula timur, kerap dipakai aktivitas resmi. Di sekitar ke-2 aula ini ada ruang-ruangan yang dihuni sebagian Biro dengan Stafnya.
Teratas ada lantai yang dimaksud Menara Gedung Sate, lantai ini tidak bisa dipandang dari bawah, untuk menuju ke lantai paling atas memakai Lift atau mungkin dengan menaiki tangga kayu.
Kesempurnaan megahnya Gedung Sate dilengkapi dengan Gedung Baru yang mengambil sedikit style arsitektur Gedung Sate tetapi dengan style konstektual hasil karya arsitek Ir. Sudibyo yang di bangun th. 1977 ditujukan untuk beberapa Pimpinan serta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Jawa Barat dalam melakukan pekerjaan serta fungsinya juga sebagai Instansi Legislatif Daerah.
Gedung Sate sudah jadi salah satu maksud wisata di Bandung. Spesial wisatawan luar negeri banyak dari mereka yang berniat bertandang lantaran mempunyai keterikatan emosi ataupun history pada Gedung ini. Keterikatan emosi serta history ini mungkin saja bakal merasa lebih komplit apabila menaiki anak tangga satu per satu yang ada menuju menara Gedung Sate. Ada 6 tangga yang perlu dilewati dengan semasing 10 anak tangga yang perlu dinaiki.
Keindahan Gedung Sate dilengkapi dengan taman di sekitarnya yang terpelihara dengan baik, tak heran apabila taman ini diminati oleh orang-orang kota Bandung serta beberapa wisatawan baik domestik ataupun luar negeri. Keindahan taman ini kerap jadikan tempat aktivitas yang bernuansakan kekeluargaan, tempat shooting video klip musik baik artis lokal ataupun artis nasional, tempat photo keluarga atau photo diri bahkan juga photo pasangan pengantin.
Spesial di hari minggu lingkungan halaman Gedung Sate jadikan pilihan tempat beberapa besar orang-orang untuk bersantai, sebatas sekedar duduk nikmati hawa fresh kota Bandung atau olahraga enteng.
Memperbandingkan Gedung Sate dengan bangunan-bangunan pusat pemerintahan (capitol building) di banyak ibukota negara kelihatannya tak terlalu berlebih. Persamaannya seluruhnya di bangun di dalam kompleks hijau dengan menara sentral yang megah. Terutama dari sisi letak gedung sate dan lanskapnya yang relatif serupa dengan Gedung Putih di Washington, DC, Amerika Serikat. Bisa disebutkan Gedung Sate yaitu " Gedung Putih " nya kota Bandung.
Pusat Factory Outlet Jalan Riau dan Jalan Dago
Bandung punya reputasi dalam hal wisata belanja. Tak hanya jajaran distro dan factory outlet, ibukota Jawa Barat ini juga punya beberapa tempat belanja baju dan kain murah. Let's go shop 'til you drop!
Bandung jadi kota tujuan favorit wisatawan, termasuk juga warga ibukota. Jaraknya tak jauh dari Kota Jakarta, sehingga paling asyik disambangi saat akhir pekan. Udaranya sejuk, dan punya banyak wisata seperti kuliner dan belanja.
Ya, belanja adalah salah satu kegiatan favorit wisatawan saat berkunjung ke Kota Kembang. Betapa tidak, jajaran FO alias Factory Outlet menjajakan pakaian murah namun berkualitas. Banyaknya distro menawarkan barang hasil karya anak muda mojang-jajaka Bandung yang terkenal kreativitasnya. Ada Cihampelas dengan jajaran toko jinsnya.. pokoknya masih banyak!
1. Jalan Riau & Jalan Dago
Dua jalan ini adalah pusat belanja di FO dan Distro. Kalau Anda mulai dari Jalan Riau, susuri tiap sisi jalannya mulai dari For Men, Terminal Tas, De Secret, Heritage, Oasis, hingga tiba di perempatan Jalan Dago.
Kalau belok kiri, Anda akan langsung menemui Bandung Indah Plaza alias BIP, tempat gaul anak muda Bandung yang tak kenal zaman. Untuk lanjut wisata belanja, bertolaklah ke kanan.
Jalan Dago. Di tiap sisinya berjejer FO seperti Donatello, Jetset, Up Town, Grande, Blossom, DSE, dll. Di perempatan Jalan Sulanjana-Sultan Agung, Anda bisa belok sebentar untuk melongok distro-distro. Ada 347, De Loops, Flashy, juga Blackjack.
2. Pasar Baru dan ITC Kebon Kelapa
Dua tempat ini adalah kawasan belanja kain dan pakaian. Gang Tamim yang letaknya dekat dengan Pasar Baru adalah sentra penjualan kain meteran. Aneka bahan mulai dari jins hingga katun dan chiffon tersedia dalam berbagai motif dan warna. Pasar Baru itu sendiri menjual banyak koleksi pakaian, mulai dari eceran hingga grosiran.
Begitu pula di ITC Kebon Kelapa. Terletak dekat dengan Pasar Baru, ITC juga menyuguhkan aneka barang dengan harga murah. Sssst, dua tempat ini adalah tujuan para pemilik toko di Jakarta untuk belanja kain dan pakaian!
3. Jalan Cihampelas
Jalanan satu arah ini adalah tempat Anda merasa berada di negeri superhero. Sudah puluhan tahun berlalu dan patung-patung raksasa itu masih gagah pada tempatnya: Superman, Spiderman, Rambo, dan lain-lain. Kawasan Cihampelas secara tak sengaja membuat mata para pengunjungnya terus melongok ke atas, melihat patung-patung raksasa itu.
Padahal di bawahnya, toko-toko berjejer menjual barang yang sama: aneka kaos dan jins. Cihampelas sudah tersohor di kalangan wisatawan untuk berbelanja jins, serta pernak-pernik yang unik. Beberapa toko nyentrik juga terdapat di sini, salah satunya menjual pernak-pernik khas Indian yang mayoritas terbuat dari kulit. Keren!
Kalau sudah menyambangi seluruh jajaran tokonya, Anda bisa melipir ke Ciwalk alias Cihampelas Walk. Mal ini punya suasana yang nyaman dan asri. Sesuai namanya, cara paling baik untuk menjelajah Ciwalk adalah dengan berjalan kaki.
4. Pasar Induk Gedebage
Pasar? Ya, Anda tidak salah baca. Pasar induk Gedebage tak hanya menjajakan apa yang harusnya dijajakan di pasar (seperti buah, sayur, dll). Gedebage juga terkenal dengan pasar pakaian bekas yang dijual dengan sangat murah!
Di sini, mungkin Anda tak akan mendapati suasana nyaman ala mal atau pusat perbelanjaan lainnya. Kondisi pasar memang kental terasa, pengap dan terkadang becek di banyak tempat. Tapi, di sinilah Anda bisa membeli baju dengan harga mulai dari Rp 5.000 saja!
Tak hanya baju, Pasar Induk Gedebage juga menjual jins, jaket, tas, sepatu, topi, dan beragam aksesori pakaian lain. Kalau di Jakarta, Gedebage mirip seperti Pasar Senen.
Kalau Anda tidak berminat membeli untuk diri sendiri, Pasar Induk Gedebage adalah tujuan pas saat ingin berbelanja untuk berderma. Anda bisa menyumbangkan banyak baju kepada orang-orang yang membutuhkan atau masyarakat yang ditimpa bencana.
5. Pasar Cibaduyut
Menyusuri Jalan Soekarno-Hatta dari arah Cibiru, melewati Terminal Leuwi Panjang, Anda akan tiba di perempatan dengan patung sepatu besar di tengah-tengahnya. Itulah pertanda Anda harus mengambil arah kiri, tepatnya ke Jalan Cibaduyut.
Sudah puluhan tahun jalan ini terkenal sebagai kawasan penghasil sepatu. Tentu saja, semua sepatu yang dijual di sini asli buatan dalam negeri, pastinya asli Bandung. Baik sepatu pria dan wanita, sepatu kets maupun kulit, sepatu dewasa dan anak-anak, semuanya ada di sini.
Pusat Kerajinan Kulit Cibaduyut
Lokasinya di kawasan Bandung selatan menuju ke kopo dan cibaduyut. Disini Anda dapat menemukan banyak sekali jenis produk yang terbuat dari kulit seperti tas dan sepatu. Tidak hanya sekedar itu saja namun semakin hari semakin beraneka ragam pula produk yang diperdagangkan disini untuk melengkapi kepuasan Anda dalam bewisata belanja. Di Pusat Kerajinan Kulit Cibaduyut ini juda dapat ditemukan jenis jacket kulit juga.
Pusat Kerajinan Kulit Cibaduyut ini ternyata juga merupakan lokasi penjualan sepatu yang terpanjang di dunia dan Pertama kali diresmikan oleh bapak presiden Soeharto di tahun 1989 dan sampai sekarang dijadikan sebagai salah satu objek wisata andalan kota Bandung.
Taman makam pahlawan cikutra bandung
Taman adalah tempat terbaik yang bisa anda kunjungi untuk mendapatkan suasana yang lebih indah. Suasana yang indah tersebut di dapat dengan melalui beberapa hal yang bisa anda dapatkan. dengan suasana yang hijau, asri dan indah membuat siapaun akan betah untuk berlama- lama di tempat ini. namun, bagaimana dengan taman yang satu ini?? anda pernah mengunjunginya?? Mungkin sebagian anda masih belum pernah mengunjungi taman yang satu ini. Taman makam pahlawan cikutra bandung adalah lokasi yang mungkin jarang anda kunjungi. Berbeda dengan taman yang sering anda kunjungi, taman ini bukan menjadi taman yang sembarang orang bisa mengunjunginya.
Taman makam pahlawan ini berlokasi tepat di cikutra bandung jawa barat yang terkadang menjadi tempat yang bisa anda kunjungi. Di dalam tempat ini terdapat beragam makam- makan yang merupakan makam pahlawan yang dulunya merupakan para pahlawan dan pejuang yang berjasa dalam mengusir penjajah. Banyak hal yang bisa anda dapatkan disini, selain anda bisa menikmati udara yang sejuk serta dengan aktivitas yang mungkin biasa anda lakukan. Di . Taman makam pahlawan cikutra bandung ini, anda tidak hanya mendapatkan liburan yang menyenangkan tapi juga dengan pelajaran yang anda dapatkan akan keras dan kuatnya perjuangan yang di lakukan oleh para pejuang. Disini anda bisa mengetahui akan sejarah, peristiwa yang terjadi dengan baik yang melibatkna betapa tragisnya perjuangan yang di lakukan.
Melihat kondisi ini, tentunya sangat beruntung bisa tinggal dan hidup diaman negara telah berada dalam keadaan yang maju dan lebih merdeka. Untuk menjaga hal ini tentunya di butuhkan satu kerja keras bagaiman sebagai generasi muda bisa menjaga setiap perjuanga yang di lakukan oleh para pejuang tersebut. namun, anda tidak perlu merasakan hal yang aneh karena di tempat ini sangat aman dan terawatt dengan baik. dengan perawatan yang di lakukan di . Taman makam pahlawan cikutra bandung ini anda akan mendapatkan suasana yang hampir sama dengan taman yang sering anda kunjungi.
Bandung Tempoe Doeloe
Tempat wisata yang satu ini bisa dikatakan masuk kategori wisata sejarah di Bandung. Landmark Braga juga dikenal dengan sebutan “Bandung Tempoe Doeloe”. Kenapa demikian? tentunya tak terlepas dari peninggalan sejarah berupa bangunan-bangunan sisah jaman kolonial yang masih terjaga dan kokoh berdiri, serasa pengunjung berada di jaman kolonial. Jika ingin berkunjung bisa langsung menuju lokasinya yang berada di area Gedung Landmark Braga yang alamatnya berada di Jalan Braga No 129, Braga Bandung, Jawa Barat.
Taman Ganesha Bandung
Objek wisata di bandung yang satu ini menyajikan beranekaragam fauna burung. Burung-burung yang ada disana merupakan burung langkah yang sulit dijumpai. Taman Ghanesa sendiri adalah tempat konservasi perlindungan burung-burung langkah di Indonesia. Bila ingin berkinjung, lokasinya berada di Taman Ganesha Bandung Jl. Ganesha Bandung tepatnya berada di depan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Serunya lagi, berkunjung ke taman Ghanesa ini geratis tanpa di pungut biaya masuk.
De’Ranch Lembang
De’Ranch Lembang adalah tempat wisata berkuda ala cowboy. Ini adalah wahana wisata yang akan sangat baik untuk kesehatan serta pendidikan anak-anak Anda.
Pengunjung yang datang ke De’Ranch Lembang akan diberikan kostum sebagaimana laiknya seorang cowboy pekerja, mengitari lokasi De’Ranch dengan menunggang kuda ditemani oleh pemandu kuda yang berpengalaman.
Daya tarik De Ranch Lembang bagi keluarga yang berlibur di sana adalah kegiatan-kegiatan menunggang kuda, naik delman, fun boat, panahan, gold hunter, dan masih banyak lagi. Tersedia beragam paket serta bermacam-macam pilihan kegiatan yang dapat Anda tentukan.
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)
.jpg)





